Dengan visi, misi, tujuan dan target yang telah dirumuskan, profil lulusan MAN Insan Cendekia yang dicita-citakan adalah lulusan madrasah aliyah yang: 

  1. Beriman dan bertakwa.
  2. Berakhlak mulia (jujur, cerdas, amanah, bertanggungjawab,
    toleran, moderat, anti-diskriminatif, anti-kekerasan, dll).
  3. Menguasai dasar-dasar ilmu keislaman yang terpadu dengan sains dan teknologi, lingkungan dan masyarakat.
  4. Memiliki prestasi bidang akademik dan non akademik.
  5. Memahami kitab kuning (al-kutub al-turats).
  6. Hafal al-Quran minimal 3 juz, selama menempuh pendidikan.
  7. Hafal al-Hadis minimal 40 hadis (Hadis Arba’in).
  8. Terampil berbahasa Indonesia, Arab, dan Inggris.
  9. Mampu menerapkan kaidah-kaidah ilmiah dalam menyelesaikan
    masalah.
  10. Terampil menggunakan teknologi informasi dan komunikasi.
  11. Mampu berpikir kritis, kreatif, dan inovatif.
  12. Mampu mengembangkan kewirausahaan berbasis keunggulan
    lokal.
  13. Mampu mengembangkan kekayaan seni-budaya dan kearifan lokal
    Nusantara.
  14. Berwawasan kebangsaan.
  15. Berwawasan lingkungan.
  16. Berwawasan moderasi Islam.
shape

Untuk mewujudkan cita-cita di atas, seluruh sivitas akademika MAN Insan Cendekia harus menjunjung tinggi nilai-nilai utama (core values) sebagai berikut:

  1. Iman dan Takwa 
    Pendidik, tenaga kependidikan, peserta didik, dan warga MAN Insan Cendekia lainnya senantiasa menjunjung tinggi prinsip-prinsip keimanan dan ketaqwaan, serta menjadikan Iman dan taqwa menjadi ruh kehidupan dan perjuangannya.
  2. Keteladanan (Role Model)
    Guru, tenaga kependidikan, peserta didik, dan warga MAN Insan Cendekia hams mampu menjadi teladan (uswah hasanah) bagi orang lain.
  3. Peduli dan Menghargai (Care and Respect)
    Guru, tenaga kependidikan, peserta didik, dan warga MAN Insan Cendekia selalu memiliki sikap peduli, saling hormat-menghormati,
    menjunjung tinggi ajaran Islam rahmatan lil’alamin, menunjukkan solidaritas yang tinggi, dan menghargai terhadap orang lain.
  4. Keingintahuan (Curiousity)
    Guru, tenaga kependidikan, peserta didik, dan warga MAN Insan
    Cendekia senantiasa menghargai dan selalu menumbuhkembangkan rasa ingin tahu para peserta didik tentang berbagai pengetahuan dan teknologi baru yang bermanfaat untuk meningkatkan kapasitas profesionalnya, yang disalurkan melalui kegiatan belajar dan pembelajaran.
  5. Keberanian (Courage)
    Proses pendidikan dan pembelajaran MAN Insan Cendekia dirancang untuk menumbuhkembangkan sifat berani kepada peserta didik untuk melakukan inisiatif, mengembangkan percaya diri, mengambil keputusan, mampu menilai mana yang benar dan mana yang salah sebagai dasar untuk melakukan tindakan.
  6. Komitmen (Commitment)
    Proses pendidikan dan pembelajaran MAN Insan Cendekia dirancang untuk menumbuhkan komitmen dalam mengembangkan sifat istiqomah, tekun, sabar, ulet, dan gigih dalam berusaha mencapai suatu tujuan. Guru dan tenaga kependidikan menunjukkan etos kerja, produktivitas, kreativitas, dan inisiatif yang tinggi dalam rangka mewujudkan pencapaian tujuan pendidikan MAN Insan Cendekia, begitu pula peserta didiknya juga menunjukan semangat tak kenal lelah dalam berusaha mencapai cita-cita.
  7. Kemandirian (Independence)
    Proses interaksi seluruh guru, tenaga kependidikan, peserta didik, dan warga MAN Insan Cendekia dalam proses pembelajaran, proses komunikasi dan interaksi sosial hams menumbuhkan kemandirian agar peserta didik menjadi manusia yang berdikari (self-supporting), tidak tergantung pada orang lain atau kondisi-kondisi yang membatasi dirinya dalam mewujudkan keinginannya.
  8. Kesederhanaan (Simplicity)
    Keseluruhan kehidupan kampus MAN Insan Cendekia menumbuhkan dan menghargai perilaku sederhana seluruh warganya, dan tidak dapat mentoleransi perilaku yang berlebihan (excessive) atau tidak proporsional. Kesederhanaan tercermin dalam cara berpakaian, cara makan, perilaku dan tutur kata.
  9. Kejujuran (Honesty)
    Seluruh guru, tenaga kependidikan, peserta didik, dan warga MAN Insan Cendekia hams senantiasa menunjukkan sikap tulus ikhlas dan jujur dalam segala tindakannya, menjunjung tinggi kebenaran baik terhadap diri sendiri maupun orang lain.

     

    Budaya Dasar yang Dikembangkan

    Untuk mengimplementasi nilai-nilai utama (core values) di atas, peserta didik MAN Insan Cendekia dibiasakan dalam menerapkan perilaku yang menjadi budaya peserta didik dalam kehidupan seharihari sebagai berikut:
    1. Tebar salam
    2. Berkata santun
    3. Berterimakasih
    4. Menghormati
    5. Saling memaafkan
    6. Saling berbagi
    7. Ucapan selamat
    8. Saling membantu
    9. Kebiasaan antri dan tertib
    10. Menerima perbedaan

Kurikulum merupakan bagian yang sangat penting dalam lembaga pendidikan. Proses pencapaian tujuan lembaga pendidikan bergantung pada kurikulum yang digunakan. Kurikulum madrasah harus dikembangkan secara terarah, terpadu, dan sistematis, dengan harapan peserta didik dapat tumbuh kembang mandiri dan mendapatkan perlindungan dan bimbingan dari guru yang penuh perhatian dan bermotivasi tinggi, didukung oleh keluarga dan masyarakat dalam mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran yang Aktif-InovatifKreatif-Efektif-Menyenangkan (PAIKEM).

Pengembangan kurikulum dan pembelajaran MAN Insan Cendekia dilakukan berdasarkan prinsip-prinsip sebagai berikut:

  1. Mengembangkan budaya madrasah yang peduli lingkungan dan mengedepankan nilai-nilai agama Islam dan nilai luhur bangsa;
  2. Menerapkan kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan dan
    kemampuan serta cara belajar peserta didik;
  3. Menerapkan model pembelajaran abad 21;
  4. Melibatkan peran serta keluarga, masyarakat sekitar dan pihak-pihak lainnya.

MAN Insan Cendekia melaksanakan kurikulum nasional yang
ditetapkan oleh pemerintah yang dimodifikasi sesuai dengan visi, misi, tujuan dan target madrasah. Modifikasi kurikulum tersebut berupa penguatan konsep dasar penguasaan IPTEK (basic knowledge of science and technology) dan kurikulum khas bidang keasramaan.

Sruktur Kurikulum

Struktur kurikulum menggambarkan konseptualisasi konten kurikulum dalam bentuk mata pelajaran, distribusi mata pelajaran tiap semester atau tahun, beban belajar untuk mata pelajaran dan beban belajar per minggu untuk setiap peserta didik. 

Kurikulum MAN Insan Cendekia merupakan kurikulum terintegrasi yang pembelajarannya dilaksanakan pada pagi, siang, dan malam hari. Pembelajaran pagi hari dan siang hari diutamakan untuk seluruh mata pelajaran sesuai kurikulum nasional (kurikulum 2013), sedangkan pembelajaran malam hari untuk pembelajaran Agama Islam yang bersifat aplikatif dan psikomotorik.

Secara umum struktur kurikulum MAN Insan Cendekia mengacu pada Kurikulum 2013 dari pemerintah (Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan serta Kementerian Agama). Sebagai madrasah yang memiliki keunggulan di bidang akademik maka struktur kurikulum MAN Insan Cendekia merujuk pada Keputusan Menteri Agama Nomor 184 Tahun 2019
tentang Pedoman Implementasi Kurikulum Madrasah.

Disamping struktur kurikulum dengan sistem paket, MAN Insan Cendekia juga dapat menyelenggarakan layanan pendidikan dengan Sistem Kredit Semester (SKS). Ketentuan penyelenggaraan SKS mengacu kepada Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 158 Tahun 2015 tentang Penyelenggaraan Sistem Kredit Semester pada Pendidikan Dasar dan Menengah serta Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor 2852 Tahun 2019 tentang Petunjuk Teknis Penyelenggaraan Sistem Kredit Semester pada Madrasah Aliyah, serta ketentuan lain yang relevan.